"not perfect is good"


.

kata - kata itu mungkin bikin agan/sista bingung,di jaman sekarang mana laku kalo itu nggak sempurna di mata orang? Yak, ane juga berpikiran gitu, tapi saat ane sec
ara nggak sengaja baca komik suatu manga series dengan bahasa inggris yang ane nggak begitu paham artinya, ane menemukan suatu kata - kata yang kebetulan secara ajaib ane ngerti artinya.

nah tokoh ini yang ngomong kata - kata yang menginspirasi ane gan, namanya kenpachi zaraki, dia ngomong "not perfect is good" waktu nglawan musuh yang bilang kalo dia tuh sempurna. tapi si Ken nggak terima, karena menurut  dia, nggak ada yang sempurna. Singkat cerita, si musuhnya itu akhirnya kalah gan/sist.

dari sini ane cuman  pengen kasih tau pendapaty ane tentang "kesempurnaan", bukannya bermaksud menggurui, cuman pengen menyampaikan cuap - cuap ane aja, takutnya jadi jerawat kalo nggak di keluarin (hah?)
jadi gini gan/sist, saat ini hampir semua orang terlalu terobsesi sama yang namanya "sempurna", sempurna dijadikan patokan dalam segala hal, sampe - sampe  orang nyari jodoh aja yang sempurna,sempurna duitnya,sempurna mobilnya,semuanya serba sempurna.
bukannya mau menyalahkan, ane juga termasuk orang yang masih berharap suatu kesempurnaan, tapi baca kata - kata yang ane baca tapi ane nggak ngerti artinya dan ane ngerti artinya, ane jadi mendapat sebuah pencerahan haha.
jadi sebenernya yang kita butuhkan sebagai manusia itu bukan menjadi pribadi yang sempurna, tapi menjadi pribadi yang lebih baik, as simple as that, nggak perlu mikirin kesempurnaan, soalnya mau gimanapun udah kodratnya buat kita manusia itu jadi makhluk yang nggak sempurna. karena dengan menjadi nggak sempurna kita jadi belajar gimana biar jadi pribadi yang "lebih baik", inget lho gan/sist, "lebih baik" bukan biar kita berusaha buat jadi sempurna.
apa sih asiknya jadi sempurna? dengan jadi sempurna berarti kita udah nggak punya kekurangan kan? trus kalo udah nggak punya kekurangan, kita udah nggak perlu belajar buat jadi lebih baik lagi dong? di mana asiknya coba? asik itu kalo kita punya kekurangan, dan kita jadi tau kekurangan kita, trus kita berusaha buat ngilangin kekurangan kita itu.
bahagialah manusia yang bisa menjadi lebih baik, bukan menjadi sempurna, karena dengan menjadi lebih baik, kita bisa terus belajar di dunia ini.:)

asal - usul statistika


.

(Bukan fakta, hanya fiksi: itu pun kalau kau masih menganggap keduanya berbeda..)

Dahulu, atau mungkin juga di masa depan, terdapat tiga sekawan pencari kebenaran: Mr. T-test, Mr. Chi dan Mr. Fisher. Mereka adalah filsuf-filsuf yang tak pernah menyerah mencari kebenaran. Mereka juga mengajarkan semua orang tentang pentingnya ketekunan, ketelitian dan kerja keras..

Hampir semua orang mengagumi mereka yang tak kenal lelah dalam menelusuri kebenaran. Meski tak semua pengagumnya mampu memahami cara kerja mereka yang begitu rumit: kenapa dalam menemukan kebenaran harus melalui lika-liku “berpangkat ” dan “berakar”. Untuk memahami itu, butuh berpikir keras. Yah, itu memang yang selalu mereka ajarkan pada setiap orang. Karena itulah mereka diangkat menjadi filsuf-filsuf terkemuka pada masa itu.

Suatu saat, mereka terlibat dalam sebuah percakapan. Mr. T-test menyatakan bahwa ia telah menemukan kebenaran baru. Kebenaran yang akan membuat semua orang kagum. Ia berkata, “Metode yang kubuat tak terbantahkan, karena aku telah meneliti unsur-unsur terkecil yang bahkan tak terlihat oleh kebanyakan orang.”



Tak mau kalah, Mr. Chi berargumen, “Kau memang hebat dalam memecahkan kebenaran statistik parametris, tapi bukan berarti kau bisa melakukannya pada statistik nonparametris. Akulah yang menemukan kebenaran pada statistik nonparametris. Kau tak akan mampu membantah metodeku, karena itu hanya keahlianku.” <span class="hidenpost">

Saat mereka beradu argumentasi, Mr. Fisher muncul menengahi, “Kalian juga tak boleh mengabaikan metodeku. Meski lebih sederhana, metodeku punya kelebihan: lebih mudah dan lebih disukai banyak orang. Kita memang punya keahlian masing-masing. Tak ada gunanya berdebat. Sebenarnya Kita bisa saling melengkapi.” Demikian, mereka lalu sepakat untuk selalu bekerja sama.

Waktu terus berlalu, dan tiba saatnya mereka menyadari ada yang kurang dalam penemuan mereka. Mereka yakin telah menemukan hasil akhir, tapi mereka tak mendapatkan kesimpulan apa-apa dari hasil tersebut. Ternyata mereka belum mendapatkan kebenaran akhir. Tanpa kebenaran akhir, penemuan mereka sia-sia. Dan hal itu tak boleh terjadi. Mereka harus berusaha menemukan kebenaran akhir. Namun segala usaha yang mereka lakukan tetap tak menghasilkan apa-apa.

Sampai akhirnya, di tengah kebingungan yang dialami ketiga filsuf tersebut, seorang bijak datang menemui mereka. “Akulah satu-satunya orang yang dapat menjawab persoalan kalian,” ujarnya lantang. Ketiga filsuf itu heran: benarkah orang tersebut dapat membantu mereka menemukan kebenaran akhir; apakah ia juga seorang filsuf yang bekerja keras mencari kebenaran. Mungkin sebaiknya mereka mengenal identitasnya sebelum memercayainya.

“Siapa Anda, wahai orang asing?” tanya Mr. T-test.

“Aku adalah seorang rasul yang diutus tuhan untuk menyampaikan kebenaran. Kebenaran akhir yang tak mungkin kalian peroleh tanpa bantuanku. Namaku adalah Tabel,” jawabnya dengan tenang.

Mereka masih belum percaya. Mereka butuh bukti. Karena penasaran, Mr. Chi bertanya, “Bagaimana Anda membuktikannya?”

“Aku membawa sebuah kitab tuhan yang tak akan kalian ragukan. Kalian hanya perlu mencocokkan penemuan kalian dengan nilai-nilai Tuhan yang terdapat dalam kitab itu. Lalu kalian akan menemukan kebenaran akhir,” jawab Tuan Tabel. “Nilai-nilai itu adalah standar tuhan dalam menentukan kebenaran akhir,” lanjutnya.

Kemudian, Tuan Tabel memberikan kitab yang berisi nilai-nilai tuhan tersebut. “Kalian tak perlu bertanya bagaimana nilai-nilai itu tercipta. Kalian juga tak boleh menyangkal standar tersebut. Karena itu dari tuhan.”

“Bagaimana cara kerjanya?” tanya Mr. Fisher.

“Mudah saja. Setelah kalian mencocokkan penemuan kalian dengan standar tuhan: lebih kecil (), itu menentukan ditolak atau diterima. Itulah kebenaran akhir,” jawabnya dengan tegas.

Setelah mencocokkan penemuan mereka dengan nilai-nilai tuhan, mereka benar-benar menemukan kebenaran akhir yang mereka cari. Mereka baru percaya bahwa Tuan Tabel adalah utusan tuhan yang membawa kebenaran.

“Kalian tahu apa itu kebenaran?” tantang Tuan Tabel. Ketiga filsuf itu tertegun, tak dapat menjawab. Lalu Tuan Tabel berfatwa, “Kebenaran itu adalah aturan tuhan yang melampaui pikiran manusia, tak perlu dipertanyakan, dan tak boleh disangkal. Karenanya, yang terakhir harus kalian lakukan adalah memasrahkan diri (tawakkal) pada aturan tersebut.”

Akhirnya, ketiga filsuf itu menyadari bahwa ketelitian, ketekunan dan kerja keras tak cukup untuk mencapai kebenaran akhir. Mereka harus bertawakkal pada nilai-nilai yang tertulis dalam kitab tuhan.

Setelah kejadian itu, Tuan Tabel pergi melanjutkan petualangannya, mendatangi filsuf-filsuf yang juga membutuhkan bantuannya, seperti Mr. Anova dan lainnya.

Demikian, kisah sebuah agama yang lahir di lingkungan akademik. Seperti agama-agama lainnya, ia mengajarkan ketekunan, ketelitian, kerja keras, dan terakhir tawakkal.
just for fun gan, salam cuao - cuap dan hidup STATISTIKA!</span>

love statistics :)


.

It is easy to lie with statistics.
BUT, It is hard to tell the truth without it.
Andrejs Dunkels (15 October 1939 – 30 December 1998)
statistika itu asik, belajarnya pun asik, ngituuuung mulu.
tapi taukah agan/sista siapakah sebenarnya ahli statistika yang ada di sekitar kita?
 yak, taukah agan/sista bahwa wanita(ibu - ibu) lebih tepatnya, ternyata ibu - ibu umumnya jago statistika apapun latar belakang pendidikan mereka.
Apa nggak salah?

Kenapa demikian? pada umumnya saat ibu kita memasak misalkan Sop ayam 1 panci, beberapa kali kita melihat ibu kita melakukan icip-icip, sesendok kecil bahkan hanya dengan menggunakan telapak tangan .. di saat itulah terkadang kita juga mendengar ibu kita menggumam "kurang asin nih", "pas banget", "merica terlalu kebanyakan nih" dsb.
Lalu apa hubungannya dengan statistik? dengan contoh di atas ane akan menjelaskan secara mudah apa itu statistik, populasi, survei, sensus dan segala hal yang berbau statistik (jangan alergi duluan ya gan dengan Statistika, meski ane tahu banget Statistika merupakan salah satu Mata kuliah yang cukup menjadi momok bagi Mahasiswa jurusan manapun).
Beberapa istilah statistika dalam kasus “ibu kita memasak Sop Ayam” agar lebih mudah bagi kita untuk memahami STATISTIKA,

1. Populasi : Sop Ayam 1 panci
2. Parameter : rasa 1 panci sop ayam
3. Sampel : sop Ayam 1 sendok
4. Statistik (bukan statistika) : rasa 1 sendok sop Ayam untuk icip-icip
5. Survei : Proses icip-icipnya
6. Sensus : Jika kita menghabiskan sop ayam 1 panci sekaligus

Dari poin-poin di atas, dapat disimpulkan bahwa Statistik merupakan Alat/Data yang digunakan untuk memperkirakan/estimasi karakteristik populasi. Dalam kasus di atas untuk menilai rasa Sop Ayam 1 panci, ibu kita tidak perlu harus menghabiskan seluruh sop ayamnya akan tetapi cukup dengan 1 sendok saja.

See? statistika bukan cuman ngitung dan ngitung, tapi juga tentang "peramalan dan perkiraan", itulah asiknya statistik.
Hidup STATISTIKA.

statistika


.

berhubung saya anak statistika, saya akan sedikit menjelaskan apa itu statistika, ilmu yang saya pelajari di bangku perkuliahan hehe.
Statistika adalah ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan, mengumpulkan, menganalisis, menginterpretasi, dan mempresentasikan data. Singkatnya, statistika adalah ilmu yang berkenaan dengan data. Istilah 'statistika' (bahasa Inggris: statistics) berbeda dengan 'statistik' (statistic). Statistika merupakan ilmu yang berkenaan dengan data, sedang statistik adalah data, informasi, atau hasil penerapan algoritma statistika pada suatu data. Dari kumpulan data, statistika dapat digunakan untuk menyimpulkan atau mendeskripsikan data; ini dinamakan statistika deskriptif. Sebagian besar konsep dasar statistika mengasumsikan teori probabilitas. Beberapa istilah statistika antara lain: populasi, sampel, unit sampel, dan probabilitas.
Statistika banyak diterapkan dalam berbagai disiplin ilmu, baik ilmu-ilmu alam (misalnya astronomi dan biologi maupun ilmu-ilmu sosial (termasuk sosiologi dan psikologi), maupun di bidang bisnis, ekonomi, dan industri. Statistika juga digunakan dalam pemerintahan untuk berbagai macam tujuan; sensus penduduk merupakan salah satu prosedur yang paling dikenal. Aplikasi statistika lainnya yang sekarang popular adalah prosedur jajak pendapat atau polling (misalnya dilakukan sebelum pemilihan umum), serta jajak cepat (perhitungan cepat hasil pemilu) atau quick count. Di bidang komputasi, statistika dapat pula diterapkan dalam pengenalan pola maupun kecerdasan buatan.

tetap segar di akhir bulan


.

Posting ini ane buat sebagai lanjutan posting sebelumnya (ane takut dibilang memberi kritik tanpa solusi), plus sebagai peringatan buat agan/sista agar supaya nggak kena tragedi kayak ane.
Okeh, tanpa basa - basi langsung saja kita sambut back to the topic
jadi gini, curhat dikit gapapa kan? ini blog ane juga kok, hehe,
awal bulan lalu merupakan saat - saat paling bahagia dalam hidup ane, kenapa? soalnya pas ane cek saldo rekening, entah kenapa bokap ane sedang berbaik hati mengirim uang lebih buat putra tercinta(ane maksudnya). mungkin ekspresi saya waktu keluar dari ATM kurang lebih kayak gini neh

itu bukan ane loh, FYI ane masih abg, hihi.
saat itu semua terasa indah, jajanan apapun serasa serba kebeli, makan selalu enak, tiap malem mampir kafe buat ngopi, pulsa diboros2in 'n many more(kayak pilem aja yak?):D
tapi semua sirna setelah negara api menyerang waktu ane sadar tanggal tua dateng dan menghantui diriku (lebay). Jadi gini gan,gara - gara ane terlalu boros di awal bulan, duit lebih yang dikirim bokap gak lebih dari sekedar bunyi kentut, mudah datang, mudah pergi. gara - gara ane boros, baru pertengahan bulan duit ane udah hampir ludes gan, kalo diitung per hari ane cuman bisa pake duit gak lebih dari 10ribu, itupun gak termasuk weekend(soalnya biasa ane 2minggu sekali pulang kampung gan). Segala cara pengiritan ane coba biar duit ane nyukup sampe bulan depan, yang bikin wajah ane jadi kayak gini neh

IRIT ≠ PELIT


.

buat agan yang anak kos, pasti irit sudh bukan barang baru lagi, irit kadang menjadi suatu ciri buat para mahasiswa yang jauh dari ortu. oke, back to the topic, kenapa saya buat artikel ini? saya buat artikel ini karena saat ini, pengertian "irit" sudah hampir tersesatkan dan berubah haluan menjadi "pelit". --" miris emang, virus penyesatan pengertian ini merebak hampir secepat virus galau yang lagi ngetren di abg masa kini. seperti NII yang hobi nge'doktrin' mahasiswa, para aliran 'sesat' pengertian ini juga hobi menghasut para anak kos untuk berpikir bahwa "irit = pelit" waduh,susah emang meluruskan pikiran yag udah terdoktrin,tapi saya sebagai anak kos pembela kebenaran :D akan mencoba meluruskan pendapat yang rada sedikit ngawur ini. alhamdulilah yah untuk jadi pribadi yang irit, agan/sista nggak perlu pelit kok. contoh pelit yang udah fatal : diminta iuran 1000 ribet, kalo makan minta dibayarin mulu, makan 1x sehari, de el el come on, jadi irit ga perlu menyiksa diri kok, cukup manage uang kamu baik2, kamu tetep bisa makan enak tanpa jadi orang pelit kok. yang harus diperhatikan adlah manajemen dana yang agan/sista punya, cukup keluarkan dana untuk keperluan utama dan jangan lakukan pemborosan buat hal nggak penting, yang jelas menurut saya, irit itu nggak berarti pelit, apalagi sampe jadi jarang beramal :capede